Senin, 05 Agustus 2013

PENGARUH MOTIVASI ORANG TUA TERHADAP MINAT BACA SISWA KELAS 5 DI SDIT BUSTANUL ULUM





BAB I

PENDAHULUAN


A.    Latar Belakang

Membaca adalah salah satu kegiatan yang tidak dapat dipisahkan dalam dunia pendidikan, baik tingkat dasar, menengah, maupun tinggi. Karena kegiatan membaca merupakan salah satu proses transformasi ilmu melalui cara melihat dan memahami isi yang tertulis di dalam sebuah buku pengetahuan maupun pelajaran. Apapun yang dibaca, apapun jenis bacaan dan sesedikit apapun yang dibaca akan memeberikan manfaat yang besar terhadap ilmu pengetahuan1.

Seiring berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi menuntut terciptanya yang gemar belajar. Proses belajar yang efektif antara lain dilakukan melalui membaca.

Menurut Farida Rahim, Masyarakat yang gemar membaca memperoleh pengetahuan dan wawasan baru yang akan meningkatkan kecerdasannya sehingga mereka lebih mampu menjawab tantangan hidup pada masa-masa mendatang2.




1
 

Namun di sisi lain, diakui atau tidak, minat baca siswa khususnya di negara kita masih terhitung sangat rendah. Hal tersebut dapat dilihat dari intensitas membaca siswa yang penulis amati. Rata-rata siswa melakukan kegiatan membaca pada saat melakukan belajar saja, di luar itu sedikit sekali siswa yang melakukan kegiatan membaca, bahkan tidak sedikit pula yang membaca sama sekali.

Hal tersebut dapat disebabkan beberapa faktor, baik secara pribadi maupun secara umum. Secara pribadi, biasanya, berkaitan dengan kurangya motivasi dalam diri siswa untuk menanamkan bahwa membaca buku merupakan suatu kegiatan yang perlu dan bemanfaat. Secara umum, faktor yang sangat berpengaruh besar adalah lingkungan sekitar siswa yang memang jauh dari kebiasaan atau budaya membaca. Ada seorang pakar yang mengatakan, kurangnya minat baca siswa tersebut disebabkan kesalahan metode atau cara membaca yang Ia pelajari sejak kecil.

Faktor secara pribadi berkaitan dengan kurangnya motivasi/dukungan dalam diri siswa untuk menanamkan bahwa kegiatan membaca merupakan kegiatan yang sangat bermanfaat bagi diri sendiri. Motivasi sebagai usaha untuk menyediakan kondisi-kondisi tertentu sehingga seseorang mau dan ingin melakukan sesuatu.

Pentingnya motivasi bagi siswa menurut Mudjiono dan Dimyanti adalah:

1.    menyadarkan pada awal belajar, proses dan hasil akhir,

2.    menginformasikan tentang kekuatan usaha belajar,

3.    mengarahkan kegiatan belajar,

4.    membesarkan semangat belajar, dan

5.    menyadarkan tentang adanya perjalanan tentang belajar dan bekerja (disela-selanya ada istirahat dan bermain) yang berkesinambungan.3

Untuk dapat menghadapi atau membantu permasalahan di atas salah satu yaitu menanamkan minat baca dilingkungan keluarga siswa  tesebut. Jika seorang anak lahir dan dibesarkan dalam keluarga yang suka membaca langsung si anak akan melihat dan merasakan bahwa kegiatan membaca merupakan kegiatan yang bermanfaat dan menyenangkan4.

Dalam hal ini orang tua memiliki peranan yang sangat penting untuk meningkatkan minat baca si anak. Orang tua harus dapat menyediakan banyak buku-buku sebagai bagaian dari kebutuhan rumah tangga. Selain menyediakan buku bacaan mungkin dengan membeli, dalam membeli buku orang tua harus menyeleksi buku bacaan terlebih dahulu, apakah patut untuk dibaca oleh anak. Karena sebuah bacaan akan berpengaruh dalam pembentukan kepribadian anak.

Penulis adalah salah satu guru pengajar pada SDIT Bustanul Ulum Terbanggi Besar. Dari pengalaman penulis selama mengajar di SDIT tersebut mengetahui bahwa minat baca siswa masih rendah. Para siswa masih menganggap kegiatan membaca adalah kegiatan yang sangat membosankan. Dari intensitas membaca para siswa hanya sedikit siswa yang melakukan kegiatan membaca diluar jam pelajaran sekolah.   

Dari data yang diperoleh Penulis menunjukkan bahwa minat siswa untuk membaca sangat rendah. Dari 210 siswa kelas 5 di SD IT Bustanul Ulum Terbanggi besar hanya 10% yang melakukan kegiatan membaca diperpustakaan setiap minggunya. Sedangkan guru memberikan tugas membaca di perpustakaan 2 kali dalam seminggu, sedangkan sisanya melakukan kegiatan membaca didalam kelas pada waktu jam pelajaran.

Menurut data yang diperoleh dari penjaga perpustakaan dalam seminggu siswa kelas lima melakukan kegiatan membaca dalam perpustakaan hanya sekitar  50%  dari siswa perminggunya. Berdarsarkan data tersebut diketahui bahwa minat baca siswa sangat kecil untuk dilakukan di perpustakaan.

Penulis melakukan pendataan terhadap siswa tentang motivasi orang tua terhadap minat baca siswa. Dan berdarasarkan data tersebut lebih dari 80% siswa menjelaskan bahwa orang tua siswa tidak memperhatikan tentang kegiatan belajar siswa terutama dalam kegiatan membaca siswa.

Dari latarbelakang dan data yang diperoleh, maka penulis menyimpulkan bahwa minat baca siswa yang rendah tersebut dikarenakan adanya kurang perhatian atau kurangnya motivasi orang tua terhadap minat baca anaknya atau siswa itu sendiri.

Berdasarkan pengalaman penulis di atas, penulis menganggap perlu untuk melakukan sebuah penelitian tentang motivasi orang tua terhadap siswa di SDIT Bustanul Ulum Terbanggi Besar. Dalam penelitian ini penulis akan meneliti sejauhmana motivasi orang tua terhadap minat baca sisiwa di SDIT Bustanul Ulum Terbanggi Besar.



Berdasarkan hasil pendataan dan latarbelakang di atas, penulis akan melakukan penelitian tentang motivasi orang tua terhadap siswa di sdit bustanul ulum dengan judul “Pengaruh Motivasi Orang Tua Terhadap Minat Baca Siswa Kelas 5 di SDIT Bustanul Ulum Terbanggi Besar Tahun Ajaran 2011/2012”


B.     Identifikasi Masalah

Berdasakan latar belakang di atas, penulis mengidentifikasi masalah-maslah yang akan muncul adalah sebagai berikut:

  1. Bagaimanakah minat baca siswa kelas 5 di SDIT Bustanul Ulum Terbanggi Besar?
  2. Bagaimanakah cara untuk meningkatkan minat baca pada diri siswa Kelas 5  SDIT Bustanul Ulum Terbanggi Besar?
  3. Sejauh mana motivasi orang tua terhadap minat baca siswa Kelas 5  SDIT Bustanul Ulum Terbanggi Besar?


C.    Rumusan Masalah

Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu:

Apakah ada pengaruh motivasi orang tua terhadap minat baca siswa kelas 5 di SDIT Bustanul Ulum tahun ajaran 2011/2012.

D.    Tujuan Penelitian

Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui pengaruh motivasi orang tua tehadap minat baca siswa kelas 5 di SDIT Bustanul Ulum tahun ajaran 2011/2012.

E.     Kegunaan Penelitian

            Kegunaan Penelitian adalah sebagai berikut :

a.       Sebagai bahan kajian untuk meningkatkan motivasi orang tua terhadap minat baca siswa.

b.     

Sebagai tolak ukur orang tua dan guru untuk meningkatkan minat baca siswa didalam ataupun di luar proses belajar mengajar.
BAB II
KAJIAN  TEORI
A.    Motivasi Orang Tua
  1. Pengertian Motivasi
Banyak pendapat bermunculan tentang pengertian motivasi. Salah satu pendapat dari Sardiman A M mengatakan bahwa, kata motivasi berasal dari kata “motif”. Kata “motif”, diartikan sebagai daya upaya yang mendorong seseorang untuk melekukan sesuatu. Bahkan motif dapat diartikan sebagai kondisi intern (kesiapsiagaan). Motif  dapat dikatakan sebagai daya penggerak dari dalam dan didalam subjek untuk melakukan aktivitas-aktivitas tertentu demi mencapai tujuan tertentu. Berawal dari kata motif itu, maka motivasi dapat diartikan sebagai daya penggerak yang telah menjadi aktif. Motif menjadi aktif pada saat-saat tertentu, terutama bila kebutuhan untuk mencapai tujuan sangat dirasakan/mendesak.5


7
 
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, motivasi dapat diartikan sebagai suatu dorongan yang timbul pada diri seseorang secara sadar ataupun tidak sadar untuk melakukan suatu tindakan dengan tujuan tertentu. Sedangkan dalam kamus yang sama dalam bidang psikologi, motivasi diartikan sebagai usaha yang dapat menyebabkan seseorang atau kelompok tertentu tergerak melakukan sesuatu karena ingin mencapai tujuan yang dikehendakinya atau mendapatkan kepuasan dengan perbuatannya.6
Sedangkan menurut Dimyati dan Mujiono: Motivasi adalah dorongan mental yang menggerakkan perilaku manusia. Dalam motivasi terkandung adanya keinginan yang mengaktifkan, menggerakkan, menyalurkan, dan mengarahkan sikap dan perilaku manusia (individu).7
Dorongan merupakan kekuatan mental yang berorientasi pada pemenuhan harapan atau pencapaian tujuan. Dorongan yang berorientasi pada tujuan tersebut merupakan inti motivasi.
Dari beberapa pendapat tersebut di atas penulis menyimpulkan bahwa motivasi adalah dorongan kekuatan mental yang merupakan daya gerak untuk untuk mengarahkan sikap dan perilaku untuk mencapai tujuan tertentu.
Jadi, motivasi orang tua terhadap anak, yaitu dorongan kekuatan mental dari orang tua untuk menggerakkan atau mengarahkan sikap dan perilaku anak untuk mencapai tujuan yang diiginkan.
  1. Motivasi Dalam Islam
Lingkungan keluarga adalah lingkungan yang pertama yang sangat berpengaruh dalam pertumbuhan dan perkembangan anak, oleh karena itu orang tua merupakan orang yang paling berperan dalam menentukan masa depan anak, tidak saja untuk memenuhi kebutuhan fisik akan tetapi juga kewajiban mendidik dan mengarahkan pola fisik akan tetapi  juga berkewajiban mendidik dan mengarahkan pola fikir serta perkembangan jiwa anak kearah yang positif, sebagaimana sabda Rasul yang berbunyi :
عن ابي هر ير ة ر ضي الله عنه قال : قا ل ر سو ا لله ص م  : ما من مو لو د الا يو لد علي الفطر ة فا بو ه يهو ا نه و بنصر ا نه او يمهسا نه
 ( روا ه المخا ر ء)
Artinya : “ Dari Abu Hurairah ra ia berkata Rasulullah Saw bersabda tidak seorang anak yang dilahirkan dengan fitrah (tabiat atau potensi yang baik) hanya Ibu Bapaknyalah yang menyebabkan ia menjadi yahudi, nasrani dan majusi” (HR. Al- Bukhari)
            Dari hadist di atas dapat dipahami bahwa baik buruknya tingkah laku anak tergantung pada kedua orang tuanya, dalam mengembangkan potensi yang ada pada diri anak tersebut.
Pendidikan anak itu pada dasarnya adalah tanggung jawab orang tua tapi dengan keterbatasan, kemampuan orang tua baik itu keterbatasan tenaga, waktu, serta ilmu pengetahuan orang tua dalam mendidik anaknya maka diserahkan anak ke lembaga formal. Secara formal pendidikan itu harus dilakukan di sekolah melalui kegiatan belajar mengajar secara berjenjang dan berkesinambungan.
Orang tua sebagai pendidik kodrati berkewajiban untuk melaksanakan dan memenuhi kebutuhan anaknya, sebab selain kebutuhan pokok selain memberi pakaian dan perlindungan kepada anak juga dibutuhkan pemberian yang cukup kepada anak juga dibutuhkan pemberian yang cukup kepada anak tersebut, karena dengan memberikan pendidikan yang cukup kepada anak merupakan salah satu usaha untuk mengembangkan potensi yang telah diberikan Allah sebagai makhluk Pedagogik.8
Jadi untuk dapat menjalani pendidikan yang tersebut di atas dibutuhkan dorongan atau motivasi dari orang tua sehingga terwujudnya tujuan pendidikan tersebut, baik itu dorongan dari dalam diri maupun dari luar dari orang tua.
Dorongan dari orang tua mencapai apa yang menjadi tujuan dari anak tersebut, sebab dorongan atau mematuhi tersebut secara mendasar artinya adalah keadaan interal organisme manusia yang mendorongnya untuk berbuat sesuatu.
Allah menciptakan manusia yang berbeda dengan makhluk lainnya dimana dari segi susunan anggota tubuh dan pikiran, manusia lebih baik dari makhluk lainnya. Dengan adanya demikian tentu agar manusia selalu memiliki motivasi lebih baik dari makhluk lainnya seperti firman Allah SWT dalam surat Al-Israa’ ayat 70:
* ôs)s9ur $oYøB§x. ûÓÍ_t/ tPyŠ#uä öNßg»oYù=uHxqur Îû ÎhŽy9ø9$# ̍óst7ø9$#ur Nßg»oYø%yuur šÆÏiB ÏM»t7ÍhŠ©Ü9$# óOßg»uZù=žÒsùur 4n?tã 9ŽÏVŸ2 ô`£JÏiB $oYø)n=yz WxŠÅÒøÿs? ÇÐÉÈ  
Artinya:
Dan Sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautanKami beri mereka rezki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan.”
Dari ayat di atas penulis dapat ambil benang merah bahwa dengan keadaan manusia yang berbeda dengan makhluk lainnya akan mengembangkan motivasi manusia itu sendiri untuk melakukan sesuatu, hingga mencapai hasil dan tujuan tertentu.
  1. Pengertian Orang Tua
Pramono Ahmadi mengatakan bahwa: orang tua adalah aya dan ibu.9 Sedangkan menurut Miami dalam Kartini Kartono: orang tua adalah pria dan wanita yang terikat dalam perkawinan dan siap sedia memikul tanggungjawab sebagai ayah ibu dari anak-anak yang dilahirkannya.10
Menurut Singgih D. Gunarsa mengatakan bahwa: orang tua adalah dua individu yang berbeda memasuki hidup bersama dengan membawa pandangan, pendapat dan kebiasaan sehari-hari.11
Orang tua adalah komponen keluarga yang terdiri dari ayah dan ibu, dan merupakan hasil dari sebuah ikatan perkawinan yang sah yang dapat membentuk sebuah keluarga. Orang tua memiliki tanggung jawab untuk mendidik, mengasuh dan membimbing anak-anaknya untuk mencapai tahapan tertentu yang menghantarkan anak untuk siap dalam kehidupan bermasyarakat. Sedangkan pengertian orang tua di atas, tidak terlepas dari pengertian keluarga, karena orang tua merupakan bagian keluarga besar yang sebagian besar telah tergantikan oleh keluarga inti yang terdiri dari ayah, ibu dan anak-anak.
Orang tua merupakan orang yang lebih tua atau orang yang dituakan. Namun umumnya di masyarakat pengertian orang tua itu adalah orang yang telah melahirkan kita yaitu Ibu dan Bapak. Ibu dan bapak selain telah melahirkan kita ke dunia ini, ibu dan bapak juga yang mengasuh dan yang telah membimbing anaknya dengan cara memberikan contoh yang baik dalam menjalani kehidupan sehari-hari, selain itu orang tua juga telah memperkenalkan anaknya kedalam hal-hal yang terdapat di dunia ini dan menjawab secara jelas tentang sesuatu yang tidak dimengerti oleh anak. Maka pengetahuan yang pertama diterima oleh anak adalah dari orang tuanya.
 Karena orang tua adalah pusat kehidupan rohani si anak dan sebagai penyebab berkenalnya dengan alam luar, maka setiap reaksi emosi anak dan pemikirannya dikemudian hari terpengaruh oleh sikapnya terhadap orang tuanya di permulaan hidupnya dahulu.12
Orangtua atau ibu dan bapak memegang peranan yang penting dan amat berpengaruh atas pendidikan anak-anak. Sejak seorang anak lahir, ibunyalah yang selalu ada di sampingnya. Oleh karena itu ia meniru perangai ibunya dan biasanya seorang anak lebih cinta kepada ibunya, apabila ibu itu menjalankan tugasnya dengan baik dan penuh kasih sayang. Ibu merupakan orang yang mula-mula dikenal anak yang menjadi temanya dan yang pertama untuk dipercayainya. Orang tua adalah figur dalam proses pembetukan kepribadia anak, sehingga akan memberi arah, memantau, mengawasi dan membimbing perkembangan anaknya ke arah yang lebih baik.
B.     Minat Baca Siswa
1.      Pengertian Membaca
Membaca pada haikatnya adalah sesuatu pekerjaan yang amat rumit, karena melibatkan banyak hal, tidak hanya melafalkan atau megeja tulisan, tetapi juga melibatkan aktivitas visual, berpikir, psikolinguistik, dan metakognitif. Dalam proses visual membaca merupakan menerjemahkan simbol tulisan (huruf) kedalam kata-kata atau lisan. Sebagai proses berpikir, membaca mencakup pengenalan kata, pemahaman literal, interprestasi pemahaman kritis dan membaca kreatif. Pengenalan kata bisa berupa membaca kata-kata dengan menggunakan kamus.13
Smith dalam Ginting menjelaskan, pada hakekatnya membaca adalah kegiatan fisik dan mental untuk menemukan makna dari tulisan, walaupun dalam kegiatan itu terjadi proses pengenalan huruf-huruf. Dikatakan kegiatan fisik, karena bagian-bagian tubuh khususnya mata, yang melakukannya. Dikatakan kegiatan mental karena bagian-bagian pikiran khususnya persepsi dan ingatan, terlibat didalamnya. Dari definisi ini, kiranya dapat dilihat bahwa menemukan makna dari bacaan (tulisan) adalah tujuan utama membaca, dan bukan mengenali huruf-huruf. 14
Proses membaca menurut Burn, Roe dan Ross merupakan proses penerimaan simbol oleh sensori, kemudian mengintererpretasikan simbol, atau kata yang dilihat atau mempersepsikan, mengikuti logika dan pola tatabahasa dari kata-kata yang ditulis penulis, mengenali hubungan antara simbol dan suara antara kata-kata dan apa yang ingin ditampilkan, menghubungkan kata-kata kembali kepada pengalaman langsung untuk memberikan kata-kata yang bermakna dan mengingat apa yang merela pelajari dimasa lalu dan menggabungkan ide baru dan fakta serta menyetujui minat individu dan sikap yang merasakan tugas membaca.15
Dijabarkan juga oleh Tarigan, bahwa membaca adalah suatu proses yang dilakukan serta dipergunakan oleh pembaca untuk memperoleh pesan, suatu metode yang dipergunakan untuk berkomunikasi dengan diri sendiri dan kadang-kadang orang lain, yaitu mengkomunikasikan makna yang terkandung atau tersirat pada lambang-lambang tertulis.16
 Lebih jauh lagi, Bowman and Bowman dalam Sugiarto, mengemukakan bahwa membaca merupakan sarana yang tepat untuk mempromosikan suatu pembelajaran sepanjang hayat (life-long learning). Hal ini senada dengan yang diungkapkan oleh Allen dan Valette, mengatakan bahwa membaca adalah sebuah proses yang berkembang (a developmental process).
 Davies memberikan pengertian membaca sebagai suatu proses mental atau proses kognitif yang di dalamnya seorang pembaca diharapkan bisa mengikuti dan merespon terhadap pesan si penulis.  Dari sini dapat dilihat bahwa kegiatan membaca merupakan sebuah kegiatan yang bersifat aktif dan interaktif. 17
Sedangkan menurut Klein, dkk mengemukakan bahwa definisi membaca mencakup:
1.      Membaca merupaka proses, yaitu penerimaan informasi dari teks yang dibaca oleh pembaca.
2.      Membaca adalah strategis, yaitu pembaca yang efektif menggunakan strategi dalam membaca untuk membangun makna ketika membaca.
3.      Membaca merupakan interaktif, yaitu orang yang sua membaca suatau teks akan menemui beberapa tujuan, teks yang dibaca harus mudah dipahami sehingga terjadi interaksi antara pembaca dan teks.18
Berbagai pengertian membaca telah dipaparkan diatas, dan dapat disimpulkan bahwa membaca adalah kegiatan fisik dan mental, yang menuntut seseorang untuk menginterpretasikan simbol-simbol tulisan dengan aktif dan kritis sebagai pola komunikasi dengan diri sendiri agar pembaca dapat menemukan makna tulisan dan  memperoleh informasi sebagai proses transmisi pemikiran untuk mengembangkan intelektualitas dan pembelajaran sepenjang hayat. Dengan demikian membaca dapat dikatakan bahwa membaca merupakan kegiatan yang menggabungkan proses perseptual dan kognitif.
2.    Membaca dalam Islam
Kegiatan membaca sedemikian penting dalam al Qur’an. Sampai-sampai, ayat yang pertama kali diturunkan, dalam sejarah turunnya al Qur’an, adalah perintah membaca. Lewat membaca orang akan menjadi tahu, mengerti dan bahkan paham tentang sesuatu yang dibacanya. Pengertian membaca ini, tentu tidak saja dalam pengertian terbatas, membaca tulisan yang sudah ada, misalnya membaca tulisan dalam buku atau sejenisnya. Membaca bisa dalam pengertian luas, semisal membaca fenomena alam atau sosial yang terbentang luas di mana dan kapan saja.
Allah dalam al Qur’an memerintahkan membaca atas nama-Nya terhadap apa saja yang telah diciptakan. Perintah membaca, segera diikuti oleh pengenalan terhadap sifat Allah yang mulia, yaitu Maha Pencipta. Dua hal ini, kiranya dapat membawa alam pikiran kita pada pengertian bahwa betapa dua hal itu menjadi sangat penting dalam kehidupan ini, yaitu membaca dan mengenal ciptaan sekaligus siapa Pencipta itu sensungguhnya. Adapun bunyi surat yang mengawali perintah membaca adalah sebagai berikut:
ù&tø%$# ÉOó$$Î/ y7În/u Ï%©!$# t,n=y{ ÇÊÈ t,n=y{ z`»|¡SM}$# ô`ÏB @,n=tã ÇËÈ ù&tø%$# y7š/uur ãPtø.F{$# ÇÌÈ Ï%©!$# zO¯=tæ ÉOn=s)ø9$$Î/ ÇÍÈ zO¯=tæ z`»|¡SM}$# $tB óOs9 ÷Ls>÷ètƒ ÇÎÈ Hxx. ¨bÎ) z`»|¡SM}$# #ÓxöôÜuŠs9 ÇÏÈ br& çn#uä§ #Óo_øótGó$# ÇÐÈ ¨bÎ) 4n<Î) y7În/u #Ótëô_9$# ÇÑÈ |M÷ƒuäur& Ï%©!$# 4sS÷Ztƒ ÇÒÈ #´ö7tã #sŒÎ) #©?|¹ ÇÊÉÈ |M÷ƒuäur& bÎ) tb%x. n?tã #yçlù;$# ÇÊÊÈ ÷rr& ttBr& #uqø)­G9$$Î/ ÇÊËÈ |M÷ƒuäur& bÎ) z>¤x. #¯<uqs?ur ÇÊÌÈ óOs9r& Ls>÷ètƒ ¨br'Î/ ©!$# 3ttƒ ÇÊÍÈ žxx. ûÍ.s! óO©9 ÏmtG^tƒ $Jèxÿó¡oYs9 ÏpuŠÏ¹$¨Z9$$Î/ ÇÊÎÈ 7puŠÏ¹$tR >pt/É»x. 7py¥ÏÛ%s{ ÇÊÏÈ äíôuù=sù ¼çmtƒÏŠ$tR ÇÊÐÈ äíôuZy spuÏR$t/¨9$# ÇÊÑÈ žxx. Ÿw çm÷èÏÜè? ôßÚó$#ur >ÎŽtIø%$#ur ) ÇÊÒÈ
Artinya : Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha pemurah, yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya. Ketahuilah! Sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas, karena Dia melihat dirinya serba cukup. Sesungguhnya hanya kepada Tuhanmulah kembali(mu). Bagaimana pendapatmu tentang orang yang melarang, seorang hamba ketika mengerjakan shalat, bagaimana pendapatmu jika orang yang melarang itu berada di atas kebenaran, atau Dia menyuruh bertakwa (kepada Allah)? tidaklah Dia mengetahui bahwa Sesungguhnya Allah melihat segala perbuatannya? ketahuilah, sungguh jika Dia tidak berhenti (berbuat demikian) niscaya Kami tarik ubun-ubunnya. (yaitu) ubun-ubun orang yang mendustakan lagi durhaka. Maka Biarlah Dia memanggil golongannya (untuk menolongnya), kelak Kami akan memanggil Malaikat Zabaniyah. sekali-kali jangan, janganlah kamu patuh kepadanya; dan sujudlah dan dekatkanlah (dirimu kepada Tuhan).” (QS. Al 'Alaq : 1-19)
Merenungkan terhadap isi ayat tersebut, ternyata tampak dengan jelas, bahwa siapapun yang melakukan lebih banyak kegiatan membaca, maka akan memperoleh keunggulan dalam kehidupan ini. Bangsa-bangsa barat, yang mengutamakan kegiatan membaca terhadap ciptaan Allah, ternyata lebih dulu menguasai ilmu pengetahuan. Selanjutnya, mereka mengembangkan dan mengimplementasikan dalam bentuk teknologi.
Ditemukannya berbagai fasilitas kehidupan, alat-alat transportasi dan informasi yang sedemikian canggih, misalnya adalah merupakan hasil dari kegiatan membaca atau riset ini. Teknologi pesawat udara, misalnya yang semakin tahun menjadi semakin canggih, adalah juga merupakan contoh hasil dari kegiatan membaca itu. Mereka melakukan kegiatan itu, secara terus menerus tanpa henti. Dengan begitu selanjutnya, mereka juga selalu menyempurnakannya, sehingga selalu berhasil dapat menyesuaikan dengan tuntutan kebutuhan dan perkembangan zaman.
Sebaliknya, bangsa-bangsa yang tidak memperhatikan kegiatan membaca, maka akibatnya mereka selalu tertinggal di belakang.
Artinya, mereka selalu ketinggalan zaman. Mereka tertinggal oleh orang lain, karena terlambat dalam mengikuti perkembangan. Ketertinggalan itu sesungguhnya sebagai akibat lemahnya tradisi atau budaya membaca. Negara-negara maju biasanya menyediakan anggaran yang cukup bagi lembaga penelitian dan pengembangan. Mereka membangun pusat-pusat penelitian dan teknologi sedemikian canggih. Demikian pula perguruan tingginya, disediakan pendanaan yang cukup. Kebijakan itu diambil agar lembaga itu bisa melakukan peran-peran penelitian, hingga dihasilkan temuan-temuan baru.
Membaca adalah salah satu cara penting dalam mendapatkan berbagai pengetahuan dan manfaat dari prestasi dan pengalaman orang lain, ulama sebelumnya dan kemudian. Ini adalah sesuatu yang penting dimana orang yang ingin belajar hampir tidak dapat melakukannya tanpa. Ini merupakan kebutuhan penting yang tidak kalah penting bahwa makanan dan minuman. Individu - biarkan budaya dan peradaban sendiri - tidak bisa maju tanpa membaca, untuk membaca pikiran membawa hidup, menerangi hati dan set berpikir lurus.
3.    Pengertian Minat Baca
Minat membaca adalah sumber motivasi kuat bagi seseorang untuk menganalisa dan mengingat serta mengevaluasi bacaan yang telah dibacanya, yang merupakan pengalaman belajar menggembirakan dan akan mempengaruhi bentuk serta intensitas seseorang dalam menentukan cita-citanya kelak dimasa yang akan datang, hal tersebut juga adalah bagian dari proses pengembangan diri yang harus senantiasa diasah sebab minat membaca tidak diperoleh dari lahir.
Minat membaca juga dapat dijelaskan sebagai sebuah motivasi intrinsik untuk menyalurkan ide dan gagasan atau tranmisi pemikiran yang berpengaruh positif untuk menambah proses pengayaan pribadi, mengembangkan intelektualitas, membantu mengerti permasalahan orang lain dan mengembangkan konsep diri sebagai sebuah proses pembelajaran yang daapt diinginkan dalam jangka waktu yang lama.
Ginting mendefinisikan, minat membaca adalah bentuk-bentuk prilaku yang terarah guna melakukan kegiatan membaca sebagai tingkat kesenangan yang kuat dalam melakukan kegiatan membaca karena menyenangkan dan memberikan nilai.19
Cole, Elliot dkk dalam Sugiarto: Minat membaca merupakan karakteristik tetap dari proses pembelajaran sepenjang hayat (life-long learning) yang berkontribusi pada perkembangan, seperti memacahkan persoalan, memahami karakter orang lain, menimbulkan rasa aman, hubungan interpersonal yang baik serta penghargaan yang bertambah terhadap aktivitas keseharian. 20
Dari berbagai definisi minat membaca di atas dapat disimpulkan, bahwa minat membaca merupakan aktivitas yang dilakukan dengan penuh ketekunan dan cenderung menetap dalam rangka membangun pola komunikasi dengan diri sendiri agar pembaca dapat menemukan makna tulisan dan  memperoleh informasi sebagai proses transmisi pemikiran untuk mengembangkan intelektualitas dan pembelajaran sepenjang hayat (life-long learning) serta dilakukan dengan penuh kesadaran dan mendatangkan perasaan senang, suka dan gembira.
Kegiatan membaca, baik itu membaca berbagai media seperti koran, buku, majalah maupun novel ditentukan atau tidaknya minat terhadap kegiatan tersebut. Artinya seseorang tidak akan membaca jika dia merasa tidak suka atau tidak mendapatkan manfaat dari membaca. Sehingga bisa dikatakan bahwa minat adalah motivator yang kuat untuk melakukan suatu kegiatan.  
Secara umum minat dapat diartikan sebagai sutau kecenderungan yang menyebabkan seseorang berusaha untuk mencari ataupun mencoba aktivitas-aktivitas dalam bidang tertentu. Misalnya, seorang anak berminat menjadi penulis, maka kecenderungan yang dilakukan olehnya adalah mencoba melakukan kegiatan menulis, seperti menulis diari, cerpen ataupun puisi.
Minat juga diartikan sebagai sikap positif terhadap aspek-aspek lingkungan. Ada juga yang mengartikan minat sebagai kecenderungan yang tetap untuk memperhatikan dan menikmati suatu aktifitas disertai dengan rasa senang. Aspek minat terdiri dari aspek kognitif dan afektif. Aspek kognitif berupa konsep positif terhadap suatu obyek tersebut. Sedangkan aspek afektif nampak dalam rasa suka atau tidak senang dan kepuasan pribadi terhadap obyek tersebut.
Sedangkan membaca adalah proses untuk memperoleh pengertian dari kombinasi beberapa huruf dan kata. Pengertian membaca adalah proses untuk mengenal kata dan memadukan arti kata dalam kalimat dan struktur bacaan.21
Secara operasional Lilawati mengartikan minat membaca anak adalah suatu perhatian yang kuat dan mendalam disertai dengan perasaan senang terhadap kegiatan membaca sehingga mengarahkan anak untuk membaca dengan kemauannya sendiri. Aspek minat membaca meliputi kesenangan membaca yang pernah dibaca oleh anak.22
Sinambela mengartikan minat membaca adalah sikap positif dan adanya rasa ketertarikan dalam diri anak terhadap aktivitas membaca dan tertarik terhadap buku bacaan. Aspek minat membaca meliputi kesenangan membaca, frekuensi membaca dan kesadaran akan manfaat membaca.23
Berdasar pendapat-pendapat diatas maka dapat disimpulkan bahwa minat membaca adalah kekuatan yang mendorong seseorang untuk memperhatikan, merasa tertarik dan senang terhadap aktivitas membaca sehingga mereka mau melakukan aktivitas membaca dengan kemauan sendiri.
   Menurut Sutrisno ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi minat baca anatara lain:
a.       Faktor yang dapat meningkatkan minat baca siswa
Untuk membina dan mengembangkan minat baca siswa tidak bisa terlepas dari pembinaan kemampuan membaca siswa, sebab seperti telah dijelaskan bahwa untuk menjadi orang yang minat membaca tentunya harus mampu membaca. Tanpa memiliki kemampuan membaca tidak mungkin merasa senang membaca. Dalam rangka mengemban misi perpustakaan sekolah, guru, pustakawan selaku pengelola perpustakaan sekolah harus berusaha semaksimal mungkin membina kemampuan membaca siswa sehingga pada diri mereka tumbuh rasa senang membaca. Untuk dapat membina kemampuan membaca siswa, guru, pustakawan harus benar-benar memahami seluk-beluk membaca, sehingga membaca menjadi suatu kegiatan yang menyenangkan sekaligus bermanfaat. Sudah barang tentu pembinaan kemampuan membaca dalam rangka pembinaan dan pengembangan minat baca siswa akan berbeda-beda sesuai dengan tingkatan sekolahnya. Semakin tinggi tingkatan sekolah seseorang akan lebih mampu membaca.

b.      Faktor pendukung minat membaca
Agar pemmbinaan dan pengembangan minat membaca siswa dapat berjalan dengan lancer dan baik, sehingga para siswa dapat memetik manfaat yang diperoleh dari membaca diperlukan beberapa faktor pendukung antara lain:
1.      Tersedianya perpustakaan yang memadai
Orang tua bisa membuat perpustakaan kecil dengan rak-rak berisi buku-buku bacaan yang ditata rapi agar menarik hati anak untuk membacanya. Penyusunan buku bacaan sebaiknya disusun sesuai dengan jenis bacaan. Buku bacaan anak-anak diusahakan dipisah dengan buku bacaan orang dewasa serta ditaruh dirak bagian paling bawah agar memudahkan anak dalam penataan dan pencarian buku.
Orang tua harus bisa membangun suasana perpustakaan yang kondusif, nyaman dan menarik bagi anak dengan penerangan yang memadai, adanya sirkulasi udara yang baik serta tidak lembab.
 
2.      Bahan bacaan atau buku yang menunjang
Buku bacaan anak-anak diusahakan dipisah dengan buku bacaan orang dewasa serta ditaruh dirak bagian paling bawah agar memudahkan anak dalam penataan dan pencarian buku.
Bahan bacaan atau buku yang harus disediakan merupakan buku yang menunjang pelajaran seperti cerita rakyat, majalah ringan, majalah umum.
c.       Faktor penghambat minat baca
Rendahnya minat baca dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain:
1.      Belum banyak dirasakan manfaat langsung dari membaca.
2.      Bahan bacaan belum merata.
3.      Pembinaan perpustakaan belum merata.
4.      Kemajuan teknologi lebih menarik perhatian.
5.      Daya beli bahan bacaan masih kurannng.
Untuk meningkatkan minat membaca siswa salah satu faktor pendukungnya adalah tersedianya perpustakaan. Namun pada kenyataanya perpustakaan sekolah sering dihadapkan dengan permasalahan-permasalahan umum, diantaranya adalah:
1.      Banyak sekolah belum menyelenggarakan perpustakaan sekolah.
2.      Keberadaan dan kegiatan perpustakaan sekolah sangat tergantung dari sikap kepala sekolah karena beliaulah yang memegang kebijaksanaan dalam pendanaannya.
3.      Tidak adanya tenaga pustakawan yang tetap, kebanyakan perpustakaan dikelola oleh seorang guru atau tenaga administrasi sekolah yang tidak sepenuhya paham tentang perpustakaan.
4.      Koleksi perpustakaan adalah umumnya sangat lemah dan belum terarah.
5.      Sumber dana yang sangat terbatas.
6.      Banyak sekolah tidak mempunyai ruangan khusus untuk perpustakaan.
 
d.      Kiat meningkatkan minat baca siswa
Ada banyak kiat yang dapat dilakukan untuk menumbuhkan minat baca siswa antara lain:
1.      Memperkenalkan buku-buku
Cara ini dapat dilakukan oleh guru mata pelajaran maupun pustakawan. Buku yang diperkenalkan biasanya buku yang baru, menarik dan dapat ditunjukkan secara langsung.
2.      Pameran  buku
Pameran buku dapat dilaksanakan dengan bekerjasama dengan took ataupun penerbit. Dengan memberinya potongan harga, diharapkan siswa tertarik untuk membaca atau membelinya.
3.      Majalah dinding
Majalah dinding hingga dewasa ini masih merupakan media sederhana untuk berekspresi dan berkreasi. Majalah dinding dapat menjadi media kelas dan sekolah. 24

C.    Kerangka Pikir
Minat baca siswa berasal dari diri siswa itu sendiri, minat baca setiap siswa berbeda-beda, ada minat baca yang besar, ada minat minat baca yang kecil bahkan ada yang sama sekali yang tidak memeiliki minat baca. Maka perlu adanya dorongan atau motivasi orang-orang tertentu untuk meningkatkan minat baca siswa tersebut. Maka, peranan orang tua sangat diperlukan untuk membantu meningkatkan minat baca siswa.
 
D.     Hipotesis
Ha = Jika ada motivasi orang tua maka minat baca siswa kelas 5 di SDIT
   Bustanul Ulum Terbanggi Besar tahun ajaran 2011/2012 meningkat.
Ho = Jika tidak ada motivasi orang tua maka minat baca siswa kelas 5 di SDIT Bustanul Ulum Terbanggi Besar tahun ajaran 2011/2012 tidak akan meningkat.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar